Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah - Toko Zafran

Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah

11 bulan yang lalu    

Bagaimana hukum berhias bagi wanita muslimah?

Berhias atau mempercantik diri bagi wanita muslimah dibolehkan, asal dilakukan dengan wajar, niat yang baik, sesuai dengan keperluan dan pada tempatnya. Dan tempatnya juga sasarannya tiada lain selain untuk suaminya. Karena untuk keperluan selain itu, semestinya para muslimah berhati-hati agar tidak terkena hukum larangan tabarruj. Lalu apa itu tabarruj?

Tabarruj adalah berusaha memperlihatkan diri atau memperlihatkan perhiasan yang dikenakan kepada khalayak ramai. Tabarruj ini termasuk perilaku jahiliyyah, lho. Mari perhatikan keterangan-ketarangan berikut ini.

Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.”

Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”

Dalam tafsir Al-Quranul Azhim, Ibnu Katsir, Imam Muqatil bin Hasyan berkata,

Sesungguhnya perempuan pada masa jahiliyah yang lampau melepaskan kerudungnya lalu menampak-nampakkan kalung, anting-anting dan batang lehernya, hingga semuanya nampak jelas yang sengaja dipertontonkan.

Sedangkan Abu A’la Al-Maududi, dalam bukunya Al-Hijab, menjelaskan bahwa setiap perhiasan dan keindahan yang sengaja dipertontonkan perempuan untuk menarik perhatian lelaki, tergolong perilaku jahiliyah; sampai cadar bila dipilih macam-macam warna dan model yang mencolok untuk mengikat penglihatan orang-orang, itu juga tergolong menonjol-nonjolkan hiasan Jahiliyyah”.

Pelarangan tabarruj bagi wanita muslimah yang keluar dari rumah mereka tanpa perasaan malu adalah karena perilaku tersebut tidak lain akan mengundang banyak kemadharatan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kaum lelaki yang melihatnya. Para muslimah seyogyanya menyadari bahwa larangan dari Allah ini adalah suatu bentuk kasih sayang Allah terhadap mereka para muslimah, agar terjaga, terpelihara, dan pantas dimuliakan.

Mari kembali perhatikan ayat-ayat Cinta Allah SWT. dan sabda Rasululloh saw. terhadap semua muslimah dalam laranganNya terhadap ber-tabarruj dan perintahnya untuk ber-hijab.

Tabarruj diharamkan di dalam agama ini berdasarkan firman Allah dalam Al-Quran Surah Al Ahzab ayat 33,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama .” (QS. Al Ahzab: 33).

Allah Ta’ala juga berfirman dalam Surah An- Nuur ayat 31,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya’. (QS. An Nuur [24] : 31).

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mengajak orang lain untuk tidak taat, dirinya sendiri jauh dari ketaatan, kepalanya seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Sebagai muslimah, hendaknya kita bersungguh-sungguh dan merasa berkewajiban menjaga diri agar tetap terhormat dan mempunyai harga diri. Dengan tidak membiasakan bagian tubuh terbuka yang semestinya tertutup rapat, dan dipertontonkan kepada khalayak ramai sehingga banyak orang terjerumus dalam zina dan maksiat.

Untuk itu perlulah para muslimah berbusana yang dapat menutupi seluruh auratnya dengan sesuai aturan syariat. Semoga kita dimudahkan untuk menjadi muslimah yang taat. Aamiin.



Artikel Terkait


Artikel terkait tidak ditemukan

Komentar Artikel "Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah"